Sebagaimana telah saya jelaskan diatas , bahwa mestinya karakter seorang warok jauh dari sosok urakan, kasar dan serakah. Warok adalah sosok yang sholeh, sabar dan sportif. Kalau ditilik secara fisik, leluhur-leluhur kita yang dapat gelar warok, seperti mbah Wo kucing, mbah Saiman Pethil dsb. tidaklah menggambarkan sosok yang menyeramkan. Malahan terlihat begitu arif dan banyak tirakat ( zuhud )
Dalam beberapa pembicaraan, opini yang terbentuk cenderung mengarah kepada apa yang disebut preman dijaman sekarang. Saya dibesarkan dalam lingkungan yang mengajarkan nilai-nilai tidak produktif bagi warok, bahkan beberapa orang tua sama sekali tidak respek terhadap sosok warok, yang menilai warok hanyalah orang yang tersesat jalan hidupnya. saya tidak menyalahkan pendapat mereka, karena kenyatanya banyak yang disebut WAROK-AN hanyalah tukang minum, tukang palak dan sok arogan bahkan dituduh gay dengan memelihara gemblak. sebutan paling jelek dilingkungan saya apabila disebut MAROK ( sok warok ).
namun belakangan saya menjadi sadar, bahwa ada yang harus diluruskan. Warok tidak sama dengan warokan....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terima kasih telah mengunjungi kami, sudilah kiranya tinggalkan kesan anda.