Pages

Rabu, 12 September 2012

RASAKAN NIKMAT ALLAH

Imam Malik r.a menceritakan bahwa suatu ketika Rasulullah tengah bersama sahabat berada dalam sebuah halaqah di masjid, tiba-tiba beliau pingsan . Sejenak kemudian beliau mengangkat kepalanya sambil tersenyum. Tentu saja para sahabat heran, kenapa rasulullah kelihatan begitu berseri setelah pingsan.. Kemudian Rasullah bersabda bahwa baru saja Allah mengabarkan : sesunguhnya Aku telah mengkaruniakan kepadamu ( dan umatmu ) Nikmat yang banyak ( diantaranya adalah telaga Kautsar di surga, seperti yang dilihat Rasulullah ketika Isra’ Mi’raj “ Kemudian aku mendatangi sungai yang yang kedua sisinya dipenuhi kubah-kubah yang bertahtakan mutiara ditengahnya. Lalu aku bertanya “ Wahai Jibril apa ini ?” Dia menjawab “ Ini adalah Al-Kautsar. Lalu aku menyentuh aliran sungai itu, ternyata terdapat kesturi asli ... wa ba’du ) maka shalat dan berkorbanlah ( dengan harta, waku, tenaga bahkan taruhan jiwa, sebagaimana nabi Ibrahim dan Ismail berkorban ) Karena Tuhanmu. Sesungguhnya orang yang membencimu ( yaitu orang munafik , fasik dan kafir yang suka melalaikan dan tidak mengindahkan sunah-sunah dan tuntunan Rasulullah ) adalah orang yang terputus ( dari petunjuk yang benar karenanya juga terputus dari ridla Allah dan nikmatNya yang sangat banyak dan tak sebanding dengan kesenangan apapun di dunia ini ). ( QS- Surat Al-Kautsar, Shahaih Muslim, asbabul wurud Tafsir Jalalain dan Ibnu Katsir ). MUHASABAH : 1. Sudahkah anda mengingat nikmat Allah yang sudah anda rasakan hari ini ? HATI-HATI , indikator penyakit hati adalah tidak bisa merasakan nikmat dari Tuhan, sehinggah kita selalu bersikap keluh kesah (.QS. 70:19-20 , 2:10,34:8 , 74:31, 8:49, 9:125,5:52,33:32, 22:53,24:50 ) 2. Ada berapa ketidaksempurnaan shalat anda hari ini ? INGAT , Perumpamaan Shalat lima waktu seperti sebuah sungai yang airnya mengalir dan melimpah dekat pintu rumah seseorang yang tiap hari mandi di sungai itu lima kali (Mutafaq’alaihi ),( yang akan mensucikan diri kita, namun ) Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya. Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses dan apabila shalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi. (HR. An-Nasaa'i dan Tirmidzi) Paling dekat seorang hamba kepada Robbnya ialah ketika ia bersujud maka perbanyaklah do'a (saat bersujud) (HR. Muslim)( QS 2:3,7:170,4:162 ) 3. Ingatlah apa yang sudah anda korbankan dijalan Allah hari ini ? KORBAN, berkorban adalah bukti kita lebih mencintai Allah dari pada harta benda, pangkat, jabatan dan hiasan dunia lainya. Allah mencintai kita apabila kita mencintai Allah, : Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku 4. Berapa tuntunan Rasul dan suri tauladan beliu yang sudah anda contoh hari ini ? HATI_HATI, telitilah dengan cermat setiap amaliah kita, apakah sudah sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah, seringkali kita tidak merasa sedang berada dalam kesesatan, karena lalai dalam memahami ibadah . Sebagaimana disinyalir beliau, Kamu akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut memasukinya. Para sahabat lantas bertanya, "Siapa 'mereka' yang baginda maksudkan itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang-orang Yahudi dan Nasrani." (HR. Bukhari), janganlah kita seperti mereka, mencampur syari’at dengan kebathilan dan merubah hukum Allah demi membenarkan nafsunya sendiri.

Kamis, 25 September 2008

karakter warok

Sebagaimana telah saya jelaskan diatas , bahwa mestinya karakter seorang warok jauh dari sosok urakan, kasar dan serakah. Warok adalah sosok yang sholeh, sabar dan sportif. Kalau ditilik secara fisik, leluhur-leluhur kita yang dapat gelar warok, seperti mbah Wo kucing, mbah Saiman Pethil dsb. tidaklah menggambarkan sosok yang menyeramkan. Malahan terlihat begitu arif dan banyak tirakat ( zuhud )

Dalam beberapa pembicaraan, opini yang terbentuk cenderung mengarah kepada apa yang disebut preman dijaman sekarang. Saya dibesarkan dalam lingkungan yang mengajarkan nilai-nilai tidak produktif bagi warok, bahkan  beberapa orang tua sama sekali tidak respek terhadap sosok warok, yang menilai warok hanyalah orang yang tersesat jalan hidupnya. saya tidak menyalahkan pendapat mereka, karena kenyatanya banyak yang disebut WAROK-AN hanyalah tukang minum, tukang palak dan sok arogan bahkan dituduh gay dengan memelihara gemblak. sebutan paling jelek dilingkungan saya apabila disebut MAROK ( sok warok ).
namun belakangan saya menjadi sadar, bahwa ada yang harus diluruskan. Warok tidak sama dengan warokan....

Kamis, 28 Agustus 2008

warok

WAROK ADALAH SOSOK YANG SALEH

Ponorogo, Indonesia: September 2008,  

Sebagai seorang putra Ponorogo,   saya pernah dibuat kemringet (Panas dingin ) ketika ditanya oleh seorang relasi, tentang siapa dan bagaimana sosok seorang warok. Yah, Lucu, norak  dan kelihatan unkredible banget, sebagai generasi penerus yang diyakini dalam tubuhnya juga mengalir darah warok, tetapi tidak bisa memahami bagaimana sosok seorang warok yang sebenarnya. Jian ora ndlomok, tenan !

Ketika saya coba browsing, si pintar wiki pedia  juga tidak menunjukan jawaban yang memuaskan. Mungkin yang nulis disitu mengalami kebingungan serupa yang saya alami, disana hanya digambarkan secara fisik bahwa warok adalah  seorang tokoh yang berpenampilan  kasar dengan tubuh gempal dan berjangggut panjang, serta ekspresi menyeramkan. Lebih parah lagi warok di plesetkan menjadi nek wareg ngorok.( kalau kenyang ngorok )  Betapa konotasinya tidak produktif,  ini menandakan adanya gejala degradasi budaya yang semakin menjauhkan jatidiri rakyat dengan jiwa dan semangat leluhurnya.

Untuk itulah tidak ada jeleknya, kalau kita mencoba mendenyutkan  kembali, semangat kultural tersebut,  sedapat mungkin ditelusuri gambaran yang medekati jatidiri warok yang  seharusnya. tidak hanya digambarkan secara fisik tetapi juga digali lebih dalam tentang wewarah   seorang
 gb. 2 mbah wo kucing ( sosok warok )

warok. Semoga ini menjadi uger-uger yang seharusnya kita hayati dalam sikap sehari -hari. Istilah Warok yang  dimunculkan ( atau termunculkan ) sebenarnya merupakan pengendapan dari perilaku masyarakat Ponorogo sendiri. Jadi, Sosok warok adalah karakter asli wong Ponorogo. Warok adalah akumulasi  Norma, nilai yang telah dianut rakyat selama bertahun-tahun dan diwariskan secara turun temurun kepada generasi berikutnya.
Karakter masyarakat terbentuk dari assimilasi berbagai unsur yang ada dimasyarakat yang berlaku dalam jamanya. Dulunya Ponorogo merupakan bagian dari  wilayah mataram. Sebagaimana kita maklumi  bahwa nilai kultur masyarakat jawa ( Mataraman ), sangat dipengaruhi oleh ajaran Islam  pedalaman, yang sedikit lebih khas dibandingkan  dengan Islam di Pantura atau daerah  pedharungan. Dengan demikian paling tidak dapat ditarik asumsi awal, bahwa  adat istiadat wong Ponorogo, juga sangat berbau filosofi-filosofi Islami.
dari sisi saya masih optimis bisa menelusuri jejak warok, kemudian menarik kembali benang merah sejarah, dengan mengkaji nilai-nilai Islam yang saya sakini tidak pernah tergradasi oleh zaman, bahkan sejak  saat ajaran warokitu dilahirkan.Yah,  Suatu saat saya  berharap bisa mendiskripsikan pada diri saya sendiri atau menceritakan pada anak cucu saya kelak, sukur-sukur bisa bermanfaat bagi orang banyak. Seperti apa sosok seorang warok itu ?

warok berasal dari kata Wira'i , yang dalam bebarapa pembahasan seringkali disandingkan dengan zuhud. Zuhud dimaksudkan sebagai kemampuan bertahandiri dari segala nafsu duniawi yang mendorong sesorang bersikap secara berlebihan. Orang zuhud hidup secara sederhana ( efisien dan efektif  ) karena beranggapan bahwa semua yang dikuasai adalah milik Allah yang harus dimanaged sebaik-baiknya. Sekalipun sebenarnya dia punya kemampuan untuk bergaya hidup  berlebihan, tetapi dia memilih hidup wajar sesuai kebutuhan.
Sedangkan Wira' dimaksudkan kemampuan untuk menghindarkan diri dari perbuatan tercela, berbuat dosa dan melanggar hukum. ( syari'at ).

Jadi jelas,
bahwa warok adalah sosok yang telah wira', zuhud dan tentu saja saleh. Warok adalah sosok yang kuat dan tangguh, sekaligus seorang seseorang yang pemberani dan kesatria.   Rasulullah bersabda  bahwa orang yang kuat bukan yang hanya perkasa dimedan perang , tetapi sosok yang mampu mengendalikan diri untuk tidak berbuat dosa. Jihad yang paling besar adalah perang melawan hawa nafsunya.
Gambaran fisik seorang warok yang bertubuh perkasa, hanyalah lambang lahiriah, ( kenyataanya banyak tokoh warok yang fifiknya kecil dan kurus karena banyak tirakat ) namun dapat ditarik beberapa contoh sikap warok yang mencerminkan, filosofi wira'i :
   1. Gemblak
       Seorang warok pantang berbuat maksiat ( mengindarkan diri dari zina ( madon ) = wira'),        gampangnya  ajaran ini dideviasikan ( secara awam ) bahwa untuk memperoleh status        menjadi        warok tidak boleh madon , oleh karenanya untuk menyalurkan         kasih         sayang        mereka memelihara gemblak ( anak lelaki ). Kebiasaaan ini akhirnya menjadi        budaya,       dimana seorang warok biasanya membawa gemblak. tentu saja ini juga        pembiasan dari nilai       yg seharusnya.
 2.  Tradisi Tirakatan malam suro, 
       tirakat merupakan media pembelajaran  untuk dapat mengendalikan diri dari serakahnya        nafsu duniawi. Tirakat berarti mengekang keinginan untuk mengkonsumsinya kenyamanan        yang  berlebihan, seperti makan, tidur , wanita  dsb. Dimaklumi bahwa bulan suro        merupakan bulan istimewa  tidak hanya orang Ponorogo, bagi orang Islam juga         mengakuinya. sehingga bulan suro dianggap baik, untuk pendadaran ilmu. meskipun        akhirnya juga terjadi pembiasan makna , grebeg suro tidak lagi menjadi media tirakatan, t        tetapi jadi grebeg suro, arena bersuka ria dan bersenang-senang.

....( berlanjut ... )